Chapter Fourteen

1073 Kata

  "Heh!! Lo tuh bisa mikir nggak sih? Otak lo ditaro di mana, hah?" Aku berteriak mengeluarkan semua emosi yang telah membendung di dalam diriku. "Atau lo emang udah gila?" Aku kembali bertanya keras-keras. Tak peduli walaupun akan menimbulkan perhatian dari seisi kantin ini. Yang kurasakan saat ini hanyalah marah. Dan satu-satunya hal yang kuinginkan saat ini adalah mengubur hidup-hidup cowok yang sedang berdiri di hadapanku sekarang ini. Tapi sayangnya, aku nggak sejahat itu. Aku masih punya hati. Tapi nggak tau dengan Steve, apakah dia masih punya hati?   "Hey.. Hey.. Hey.. Take it easy, Babe! Nggak usah emosi gitu ah! Malu tau dilihat sama yang lain," jawab Steve lembut dan berusaha menenangkanku. Sebelah tangannya mengelus lembut pipi kiriku. Apa-apaan ini? Dia bersikap mesra dengank

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN