Angkot yang kunaiki berhenti tepat di depan gerbang utama sekolahku. Aku segera turun, dan berlari menembus hujan rintik-rintik yang mengguyur Jakarta pagi ini. Aku melompat menghindari genangan air yang ada di sepanjang jalan menuju ke kelasku. Sebisa mungkin aku berusaha menjaga agar seragam sekolahku tetap kering. Aku berhenti berlari ketika sampai di parkiran. Selanjutnya aku hanya melangkah santai di sepanjang koridor kelas X yang kulalui. Aku merasa bahagia ketika melihat cowok yang satu itu tiba-tiba berada di sebelahku dan ikut berjalan santai di sampingku. "Hai?!" Aku memberanikan diri menyapanya serta tak lupa memasang senyum termanisku ketika berhadapan dengannya. Sementara Andhika hanya menatapku sinis. Sama persis seperti perlakuannya setiap kali aku memberi seny

