My Driver 11

901 Kata
Mila terbaring dan terengah menerima serangan supirnya, pakaian gadis itu pun sudah tak karuan blouse-nya yang sudah terlempar ke lantai menyisakan celana panjang dan bra rendanya yang berwarna merah. Kevin tersenyum menyeringai melihat tubuh seksi milik Mila, ia mengecup bibir tipis itu sebentar lalu melepaskannya. "Masih mau lanjut nona cantik? masih ada waktu untukmu untuk berpikir ulang" Kevin tersenyum dengan seringaiannya sambil mengusap bibir Mila. "Aku percaya kamu Vin, maka lanjutkanlah" ucap Mila ia mengalungkan tangannya dileher Kevin lalu menarik tengkuknya dan mengecup bibir lelaki itu. "Apa yang membuatmu percaya padaku? aku bukan kekasihmu apalagi suamimu Mil, bagaimana mungkin kamu mau menjadikan aku yang pertama untuk menyentuhmu" tanya Kevin. "Entahlah Vin, aku juga tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku sehingga bisa sangat percaya padamu, mungkin karena kedekatan kita beberapa tahun ini hingga aku menginginkanmu" ucap Mila. "Hubungan kita hanya sebatas antara supir dan majikan, jadi bagaimana mungkin kamu memintaku untuk menidurimu" ucap Kevin. "Buktinya sekarang aku memintanya, ayolah jangan membuang waktu" ucap Mila, ia meremas apa yang ada dibalik celana Kevin. "Aaawww... Mila sakit" geram Kevin. "Aku ingin melihatnya" bisik Mila, ia membuka ikat pinggang Kevin dan mengeluarkan benda yang besar dan panjang itu. Untuk pertama kalinya Mila melihat inti tubuh pria, dan ia merasa jijik dan takut saat melihatnya, ukuran besar dan panjang. Kevin kembali mendaratkan bibirnya diatas bibir Mila, kedua tangannya pun meremas dua gunung kembar yang dimiliki gadis itu. Desahan Mila pu. tak tertahankan lagi dan keluar dari bibir seksinya, ia memeluk erat Kevin saat lelaki itu memasukkan tangannya ke celana dalam sana dan mengusap pusat gairah Mila. "Jangan mengeluarkan suara dengan keras Mil, suaramu bisa didengar tetangga" bisik Kevin. Mila memeluk erat lelaki yang kini ada di atas tubuhnya itu, ia menggigit bahu Kevin untuk meredam suaranya. Kevin kembali menatap Mila mengecup keningnya, ada rasa yang tak bisa diungkapkannya saat ini dan ia menginginkan gadis itu namun ia juga tak mampu untuk mmerusanya. "Pakai kembali pakaianmu" ucap Kevin, ia bangkit dari atas tubuh Mila lalu mengambil handuk yang tergantung dibelakang pintu kamarnya. "Kenapa Vin? apa kamu gak b*******h padaku?" tanya Mila. "Bukan itu Mil, justru aku sudah sangat b*******h saat ini" ucap Kevin. "Tapi kenapa kamu menolakku? lelaki gak akan nolak kalau dikasih ikan asin, kecuali kalau lelaki itu gak normal" ucap Mila kesal. "Kamu lihat? aku b*******h padamu... milikku sudah menunjukkan keperkasaannya" ucap Kevin, ia membuka handuknya dan memperlihatkan pada Mila. "Tapi kenapa?" tanya Mila. "Aku gak sanggup kalau harus merusakmu Mil, aku rasa kita cukup saling b******u gak perlu sejauh ini dan kegadisanmu seharusnya kamu hadiahkan pada suamimu nanti" ucap Kevin. "Kamu ternyata memang sangat baik Vin, tampilanmu memang berandalan dengan tubuh penuh tato tapi hatimu... kamu berhati malaikat" ucap Mila. "Oh jadi ternyata ngetest doang nih" ucap Kevin. Kevin kemudian kembali menghampiri Mila dan tentu saja hal itu membuat Mila ketakutan. --- Beberapa hari berlalu hubungan keduanya semakin intim saja, bahkan tak jarang keduanya b******u di mobil ditempat yang cukup sepi. Seperti malam ini saat malam minggu Kevin memarkirkan mobil disebuah jalan yang sepi tanpa ada penerangan lampu selain lampu mobilnya. "Yuk keluar" ucap Kevin. Keduanya duduk di kap mobil lalu membaringkan tubuhnya diatas sana dan saling bergenggaman tangan sambil melihat indahnya bintang. "Kamu yakin mau menghabiskan malam disini? gak takut dimarahi pak Mattew?" tanya Kevin. "Papa dan tante Santi sedang berada diluar kota Vin" ucap Mila. "Ya aku tau mereka keluar kota, tapi bisa sajakan bibi dirumah melaporkan kalau kamu gak pulang" ucap Kevin. "Aku sudah mewanti-wanti mereka agar jangan lapor" ucap Mila. "Dasar ya" tawa Kevin. "Disini benar-benar gelap Vin" ucap Mila, ia mengubah posisinya dengan memeluk supirnya itu. "Ya... jalan ini masih baru, masih jarang dilewati, apa kamu takut?" ucap Kevin. "Ada kamu ini kenapa harus takut" ucap Mila tertawa. "Apa kita akan benar-benar menghabiskan malam disini?" tanya Kevin. "Gak kok Vin, sebentar lagi kita pulang" ucap Mila, kini gadis itu sudah berada diatas tubuh Kevin dan Kevin memeluk pinggang Mila dengan erat seraya meremas pantatnya. "Kamu semakin centil Mil" tawa Kevin. "Centilnya sama kamu doang" tawa Mila. "Sepi... dan boleh nih" ucap Kevin, ia menarik tengkuk Mila dan melumat bibirnya. "Katanya gak mau merusak aku, taunya... doyan banget malah" ledek Mila. "Tapi tidak dengan yang satu itu Mil, itu aset berharga kamu dan jangan sekali-kali menawarkannya pada pria lain" ucap Kevin. "Iya ngerti supirku" tawa Mila. Puas b******u keduanya memasuki mobil untuk segera pulang, sepanjang jalan keduanya saling bergenggam tangan layaknya pasangan kekasih dan sesekali Kevin mengusap paha dalam Mila hingga membuat gadis itu mendesah. "Jangan keluar dengan pakaian seperti ini lagi, kalau gak sama aku Mil" ucap Kevin, ia menatap pakaian Mila yang sangat terbuka, tank top dan hot pants yang panjangnya hanya sejengkal. "Kapan sih aku keluarnya gak sama kamu? perasaan sama kamu terus deh Vin" ucap Mila. "Ya Tuhan aku lupa" ucap Kevin. "Mulai posesif pak?" ledek Mila. "Aku hanya gak mau orang-orang bersifat jahat sama kamu Mil" ucap Kevin. "Ya terimakasih sudah selalu berada disampingku Vin" ucap Mila, ia mengecup pipi Kevin. "Kembali kasih cantik" Kevin memutar wajah Mila menghadapnya lalu melumat sebentar bibir gadis itu. "Oh ya besok datang lebih pagi ya Vin, kita jalan-jalan ke luar kota" ucap Mila. "Kemana?" tanya Kevin. "Kumpul sama sahabatku" ucap Mila. "Oke non" ucap Kevin. "Vin please... aku gak suka kamu panggil aku dengan sebutan itu" ucap Mila dengan kesal. "Oh maaf cantik" ucap Kevin tertawa, ia menarik kepala Mila agar bersandar dibahunya. Tiba dirumah Kevin segera memarkirkan mobil majikannya, dan sebelum pulang seperti biasanya ia terlebih dahulu mencuci mobil itu. ♥♥♥
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN