My Driver 10

744 Kata
Kevin sudah sehat dan sudah kembali beraktifitas seperti biasanya, pagi ini usai membersihkan mobil Kevin duduk diteras rumah dengan secangkir kopi yang di ambilnya dari dapur. "Selamat pagi pak supir, sudah masuk kerja aja... memangnya sudah sembuh?" tanya Mila, gadis itu dudut tepat disamping Kevin. "Aku sudah lebih baik, berkat ciumanmu" bisik Kevin. "Ih dasar... ayo berangkat, hari ini aku mau ketemu dosen, cuma sebentar aja kok" ucap Mila. "Oke bos" ucap Kevin. Keduanya sudah memasuki mobil, dan seperti biasanya Mila duduk di jok depan disamping sang supir. "Setelah dari kampus rencananya mau kemana lagi" tanya Kevin. "Aku ngikut aja kemana kamu mau membawa" canda Mila. "Aku tanya serius Mila" omel Kevin. "Belum tau Vin, ya udah jalan aja dulu" ucap Mila. Tiba didepan kampusnya, Mila merapikan dandanannya sedikit. "Dandan buat siapa sih? lagian kamu gak punya cowok juga dikampus ini" ledek Kevin. "Ih dasar menyebalkan" omel Mila dan membuat Kevin tertawa. "Sana turun" ucap Kevin. "Mengusirku dari mobil ini? apa kamu gak ingin kejadian kemaren terulang lagi? apa kamu gak ingin menciumku lagi?" ucap Mila seraya mengusap paha besar Kevin. "Jangan memancingku" ucap Kevin, ia menatap Mila dengan kesal. "Aku gak memancing tapi menawarkan" ucap Mila dengan senyum menggodanya. Kevin menatap Mila dan ia tersenyum penuh arti, ia mendorong Mila dan menarik jok yang diduduki gadis itu hingga telentang. "Jangan salahkan aku kalau nanti dandananmu jadi berantakan" bisik Kevin, setengah tubuhnya sudah menindih Mila. "Ayo lakukan" tantang Mila. "Kamu yang mengundangku Mil" ucap Kevin. Bibir Kevin sudah bertemu dengan bibir merah Mila yang dilapisnya dengan lipstik, ia mengulum dan melumatnya ciuman yang berbalas, Mila bahkan menikmati ciuman itu seraya mengusap lengan kekar Kevin. Ciuman yang tadinya biasa kini mulai memanas, tangan Kevin pun sudah bekerja dan tanpa sadar ia sudah meremas gunung kembar yang dimiliki Mila. "Cukup ya... kita bisa lanjutkan setelah ini, sekarang aku ketemu dosen dulu" ucap Mila. "Terimakasih untuk pagi ini, aku menyukai aktifitas baru kita ini" ucap Kevin penuy arti. "Menang banyak kamu ya" omel Mila dan membuat Kevin tertawa. Sekitar setengah jam bertemu dosennya akhirnya Mila keluar dan kembali memasuki mobilnya. "Sudah Vin, ayo jalan" ucap Mila. "Mau kemana lagi?" tanya Kevin. "Kalau pulang sepertinya gak deh, aku malas ketemu tante Santi" ucap Mila. "Kenapa sih kamu gak suka sama bu Santi? padahal beliau orangnya baik loh Mil" ucap Kevin. "Ya aku tau dia orang baik, tapi aku masih gak bisa menerima masa lalunya Vin, dia mantan perempuan penghibur dan bisa-bisanya papaku memilih dia sebagai istri" omel Mila. "Setiap orang punya masa lalu Mil, masa lalu bu Santi memang kurang baik, tapi bukan berarti beliau gak berhak memperbaiki diri bukan? beliau sudah berubah Mil, cobalah untuk sedikit dekat dengan beliau" ucap Kevin. "Tau ah Vin pusing, jangan bicarakan dia deh" ucap Mila kesal. "Ya sudah bagaimana kalau kita ke rumahku saja" ucap Kevin. "Oke sip" ucap Mila. Tiba dirumah Kevin keduanya masuk dan langsung menuju ke kamar, kamar Kevin tepatnya. "Ibu gak ada ya? kok gak kelihatan" tanya Mila. "Karena ibu gak ada makanya aku sengaja bawa kamu kesini biar kita bisa berduaan" ucap Kevin lalu mengecup kening Mila. "Maksud kamu?" tanya Mila. "Bukankah tadi kamu memberikan penawaran untukku" ucap Kevin dengan seringainya dan membuat wajah Mila memucat. "I... ibu kemana Vin?" tanya Mila gugup. "Ibu pergi ke rumah bibiku, mungkin sore baru pulang" ucap Kevin dan semakin membuat Mila ketakutan. Kevin tersenyum melihat ketakutan diwajah Mila, ia mendekat dan merangkulnya. "Jangan takut, kita bisa membatalkannya kalau kamu ragu" ucap Kevin. "Vin aku..." "Makanya gak usah sok memberi penawaran aneh deh" ledek Kevin. "Kamu punya pengaman? aku gak mau apa yang nanti kita lakukan akan membuahkan hasil" ucap Mila. "Maksud kamu? jangan gila Mila... kamu masih gadis, jaga baik-baik kegadisanmu, jangan sembarang berikan pada orang yang bukan suamimu" omel Kevin. "Tanpa pikir panjang semua cowok pasti akan menyambut gembira dengan apa yang aku katakan tadi, tapi kamu tidak Vin... kamu bahkan memarahiku saat aku ingin memberikannya padamu, kamu lelaki baik dan aku ingin kamu menjadi yang pertama" ucap Mila, ia mengalungkan tangannya dileher Kevin dan mengecup bibir lelaki tampan itu. "Tentu aku bahagia apabila mendapatkan keperawananmu tapi bagaimana dengan suamimu nanti? apa dia bisa menerima dirimu kalau ternyata kamu sudah pernah bermain denganku" omel Kevin lagi. "Mana pengamannya?" tanya Mila, ia tak peduli dengan omelan Kevin. "Aku gak punya barang seperti itu" ucap Kevin. "Kalau begitu kamu bisa mengeluarkannya diluar" ucap Mila, ia meremas milik Kevin dengan sangat keras sehingga membut lelaki itu meringis kesakitan. "Kamu yang memulai" ucap Kevin dan tanpa pikir panjang lagi ia mendorong Mila hingga terbaring lalu menindihnya. ♥♥♥
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN