My Driver 14

700 Kata
'Untuk yang tersayang Mila... Saat kamu membaca surat ini mungkin aku sudah berhenti dari pekerjaanku sebagai supirmu dan mungkin aku sudah pergi jauh dari kota ini. Aku pergi bukan aku tidak menyayangimu, aku menyayangi dan sangat mencintaimu, aku pergi demi kebaikanmu demi kebaikan kita, seperti yang papamu bilang aku gak pantas berada disampingmu dan kamu pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari pada aku, maaf karena aku sudah merusakmu maaf karena aku mengecewakanmu. Selama tinggal dan aku harap kebahagiaan selalu menyertaimu sayang.' Air mata Mila mengalir dengan derasnya mana kala ia membaca surat perpisahan dari Kevin, surat yang dititipkan Kevin pada salah satu art yang ada dirumah Mila. Mila berdiri dari duduknya ia menuju kamar sang papa dan menggedornya dengan sangat keras. "Ada apa Mila? kamu tidak sopan sekali" omel Mattew. "Apa yang papa lakukan? papa memecat Kevin? papa jahat" teriak Mila. "Apa benar begitu pah?" tanya Santi yang berdiri disamping suaminya. "Ya benar? kalau kalian mau tau alasannya, karena aku tidak suka melihat kedekatan dia dan Mila" geram Mattew. "Dekat bagaimana maksud papa? kami gak ada hubungan apa pun dan bagaimana bisa papa memecatnya" ucap Mila kesal. "Berpelukan, bermesraan, berciuman? apa itu namanya kalau bukan pacaran?" geram Mattew. "Apa benar begitu Mila?" tanya Santi. "Diam, tante gak usah ikut campur" omel Mila." Dan papa... papa membuntutiku?" tanya Mila kesal. "Papa mendapat laporan dari anak buah papa kalau hubunganmu dan supir itu sudah diluar batas antara supir dan majikan, atau... jangan-jangan kamu sudah melemparkan tubuhmu padanya Mila?" tanya Mattew dan membuat Mila terdiam. "Pah... jangan sembarangan" omel Santi. "Papa keterlaluan" geram Mila, ia berlari menuju kamarnya. Dikamarnya Mila mengambil iphonenya dan mencoba menghubungi Kevin namun sayang nomer pria tampan itu sudah tak aktif lagi, Mila bergegas meraih kunci mobilnya menuju kediaman Kevin. Dan lagi Mila kecewa, rumah mungil itu sudah kosong dan dari tetangga sekitar diketahui Kevin dan ibunya sudah pindah. Satu persatu Mila bertanya pada tetangga Kevin, namun hasilnya nihil tak ada yang tau kemana perginya Kevin dan ibunya. --- Malam hari Kevin dan ibunya sudah tiba di Bandung, dan untuk sementara keduanya menginap dirumah keluarganya. Sang ibu sudah terlelap tidur sedang Kevin masih setia dengan rokoknya. "Maafkan aku Mil, ini demi kebaikan kita. Dan maaf aku sudah melanggar janjiku, aku sudah merusakmu" ucap batin Kevin. Saat matahari menampakkan sinarnya, Kevin sudah bersiap keluar rumah, ia berusaha mencari rumah kontrakan untuknya dan ibunya tinggal, ia juga berusaha mencari tempat untuk membukan usaha. Setelah berkeliling dan berpanas-panasan akhirnya Kevin menemukan sebuah ruko yang pas untuk ia tinggali dan membuka usaha. Setelah berpamitan pada paman dan bibinya yang sudah memberikan tempat tinggal Kevin segera memboyong ibunya menuju ruko yang telah dikontraknya. "Ya ampun nak, kamu kontrak disini?" tanya Ratih. "Iya bu, kita bisa tinggal diatas dan dibawah bisa kita pakai untuk membuka usaha" ucap Kevin. "Uang dari mana kamu mengontrak tempat ini Vin? apa ini uang dari bapaknya non Mila?" tanya Ratih. "Bu sepeser pun Kevin gak menerima uang dari pak Mattew, yang Kevin ambil hanya hak Kevin, yaitu gaji Kevin. Dan dari mana Kevin mendapat uang untuk kontrak ruko ini, ini hasil dari tabungan Kevin selama ini bu, masih ada sisa kok untuk modal usaha kita" ucap Kevin. "Syukurlah kamu tidak menerima uang itu nak, ibu hanya tidak ingin pak Mattew itu menginjak-injak orang tak punya seperti kita ini" ucap Ratih. "Ya sudah ayo masuk" ucap Kevin. Setelah membereskan semua barang dan membersihkan rukonya Kevin dan ibunya mulai membicarakan usaha apa yang akan mereka buka nanti dan keputusannya mereka akan membuka warung makan lalapan. --- Kevin mulai mendesain sendiri lantai dasar rukonya yang akan ia jadikan tempat usaha, ia memberikan beberapa pajangan agar tempat tersebut terkesan nyaman dan ia juga memasang wifi gratis bagi pengunjung yang makan diwarungnya. Hari pertama pembukaan warungnya Kevin mengadakan makan gratis dan dari sana para pelanggannya bisa mengetahui rasa makanan yang dijualnya. Hari kedua Kevin mulai berjualan normal banyak pelanggan yang kembali datang setelah mengetahui rasa makanan yang dijualnya. Sebulan setelahnya warungnya semakin berkembang pesat, hingga ia tak sanggup melayani hanya berdua ibunya. Kevin mulai memperkerjakan 3 orang pelayan untuk membantunya bekerja. --- Sementara itu sebulan setelah ditinggal Kevin Mila merasakan kesepian yang amat sangat. Ia baru menyadari cintanya setelah lelaki yang dicintainya itu pergi. "Kemana kamu Vin? aku kangen... aku kangen kamu, kangen semua tentang kamu" ucap Mila. ♥♥♥
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN