“Ada apa sama Demas tadi?” Devara menatap prihatin Arumi yang sejak tadi cemberut setelah meminum obatnya. “Gw, rasanya mau nyerah sama hubungan ini, Dev. Tapi, Demas selalu aja maksa. Gw, nggak paham kenapa dia kayak gitu. Padahal dia itu sekarang sudah dijodohkan sama pilihan orang tuanya. Loe mau tau, siapa cewek yang dijodohkan sama orang tuanya Demas?” Arumi kembali menghela nafas frustasi. “Siapa, Rum?” tanya Devara menatap serius. “Dokter Chika,” jawab Arumi singkat. “Pantesan dia tadi ngantar Dokter itu ke Rumah Sakit. Lalu, Demas gimana sama loe, Rum?” Devara mulai ikut tidak tenang, dia tidak ingin sahabatnya ini diduakan dengan orang lain. “Dia minta kesempatan untuk ngenalin gw ke orang tuanya. Jujur yah, Debv … gw nggak berani. Gw, takut dipermalukan sama kedua orang tuan

