BAB 64. Harapan yang beresiko.

1065 Kata

“Maaf, Dokter. Saya, kurang nyaman untuk membicarakan hal pribadi saya,” jawab Arumi tersenyum kecut. Tentu saja rasa penasaran di diri Rumi juga sangat besar. Hanya saja, ia lebih memikirkan apa yang akan disampaikannya ke Demas kalau dia bertanya mengenai penyakitnya. Rasa minder lantas membuat Arumi kehilangan semangatnya saat itu. Lamunan Arumi buyar saat Chika akhirnya melakukan pemeriksaan rutinnya. “Terapi apa saja yang selama ini sudah dilakukan?” tanya Chika sambil melihat berkas yang ada di tangannya. “Saya selama ini hanya melakukan terapi okupasi, tetapi tremor pada tangan saya semakin meningkat akhir-akhir ini, apalagi di saat saya tertekan,” akuh Arumi. “Hem, lalu obat levodopa apakah diminum dengan rutin?” tanya Chika kembali memeriksa dosis yang sudah diberikan oleh dok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN