“What?! Gw ngomong yang sebenarnya. Sejak kapan loe terlalu berperasaan dan sesensitif ini, hah? Gw cuman ngomong fakta dan apa yang gw sampaikan ini karena gw care dan peduli sama loe. Dengan siapa pun loe nanti akan menikah, pilihlah wanita yang sehat untuk mendampingi loe, kodrat Perempuan itu adalah sebagai penolong. That’s all!” ucap Chika blak-blakkan. Walau terdengar sangat tidak berperasaan, apa yang dikatakan oleh Chika adalah sebuah fakta. Demas menggeleng tegas. “Gw, datang ke sini untuk menanyakan solusi apa yang bisa Arumi dapatkan, biar dia bisa sembuh total, Chika. Please, gw nggak butuh masukan apa pun selain nasehat medis saat ini.” Chika lantas menghela nafas dan segera duduk di kursinya. Ia lalu memberikan kode agar Demas duduk, setelahnya Chika menyodorkan selembaran

