“Rum, loe yakin, nggak apa-apa kalau gw pulang sekarang?” tanya Devara menatap khawatir kepada sahabatnya itu. “Iya, gw nggak apa-apa kok. Lagian gw juga harus mikir, gimana nanti gw harus menghadapi Demas kalau dia ngajak gw bicara.” Arumi masih bisa tertawa kecil walau hatinya sedang resah dengan kejadian tadi yang ada di rumah sakit. “Ya udah, kalau begitu. Gw, balik dulu yah. Nanti gw ke sini atau kalau loe butuh gw, langsung chat aja, janji Rum?” Devara mengangkat kelingkingnya di depan Arumi. Arumi langsung mengaitkan jarinya dan tersenyum lebar. “Gw, janji Dev,” jawab Arumi masih dengan seulas senyum di wajahnya. Setelah Devara turun dan kembali ke rumahnya Arumi lantas menghela nafas panjang. Ia membuka kembali lembaran brosur yang ada di dalam tasnya. Ia baca dengan seksama be

