Segenap rasa iba dalam diri Arumi, ditepisnya jauh. Dia harus melihat kesungguhan Demas. Bukankah ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang diinginkannya dengan mudah, maka mereka tidak akan terlalu menghargai pencapaiannya itu? tetapi sebaliknya, jika ia mendapatkan segala sesuatu dengan penuh tantangan dan rintangan. Maka mereka akan menghargai dan berusaha semaksimal mungkin untuk terus menjaganya. Namun, Arumi sangat sadar diri, dia bukanlah seorang gadis yang naif. Dia sudah tau, bahwa tindakannya ini memiliki sebuah resiko, yaitu ditinggalkan jika Demas merasa jenuh dan mulai bosan untuk berusaha. Oleh sebab itu, Arumi terus berusaha untuk mengunci hatinya. “Pergilah Demas, aku masih tidak tau ... apakah aku bisa membuka kembali hatiku untukmu,” ucap Arumi menatap kedua mata Demas y

