Kim merasa nyaman berada di dalam pelukan Raga. Di dalam selimut yang sama. Di malam hari sebelum tidur. Dan saat mereka telah lelah dengan aktivitas s*x mereka yang rutin setiap malam. "Ga..." Panggil Kim. "Hmm?" "Marco... Dia apa kabar?" Raga sempat terdiam. Dia berpikir apakah harus menjawab pertanyaan Kim itu dengan jujur atau berbohong. "Apa dia baik-baik aja?" Ulang Kim lagi. "Dia udah nggak ada." Deg! Meski Kim sudah memikirkan kemungkinan itu sejak dia dan Raga keluar dari hotel saat itu. Tapi tetap saja Kim masih merasa ngeri membayangkannya. "Kim, Marco terlalu berbahaya. Dia sanggup ngelakuin hal kayak kemaren. Besar kemungkinan dia bisa ngelakuin yang lebih gila kalo aku biarin dia hidup." Kim bergidik ngeri. Getaran ditubuhnya itu bisa Raga rasakan. Raga memeluknya s

