Di mobil, sepanjang perjalanan Kim terus saja menangis. Dia begitu sedih atas apa yang terjadi. Seketika saja, orangtua yang sudah membesarkannya, menjadikannya orang asing bagaikan kenangan belasan tahun itu nggak berarti apapun untuk mereka. Raga sejak tadi hanya diam dan fokus ke jalanan di depan. Dia membiarkan Kim menangis, sampai cewek itu puas. Raga sangat mengerti kesakitan yang Kim rasakan. Terlebih saat Miranda mengatainya sebagai p*****r tadi. Jujur Raga kecewa dengan cara orangtua angkat Kim memperlakukan cewek itu. "Ga, kita nggak usah ke rumah kamu dulu ya. Aku lagi kacau banget," minta Kim dengan suara yang mulai serak akibat kebanyakan menangis. "Iya," Raga mengangguk. Dia memutar kembali mobilnya yang sudah memasuki kompleks perumahan orangtuanya. "Kita ke hotel aja?" T

