Satu tahun kemudian... Kim memejamkan matanya, menghirup oksigen alam yang terasa begitu nyaman. Jika semua orang berkata, oksigen itu sama di belahan dunia mana aja. Maka Kim akan bilang, orang itu salah. Karena baginya, oksigen terbaik adalah saat dia berada di tempat yang bisa membuatnya bernafas layaknya manusia. Di Indonesia, di Jakarta. Kim kembali. Triiingggg. Mata Kim terbuka. Suara ponsel membuatnya menggerutu dalam hati. Dia baru aja sampe, tapi Mamanya sudah menelpon seperti pacar saja. "Iya, Ma?" "Kamu udah sampe, Kim?" "Baru aja turun pesawat, Ma," omel Kim. "Kamu langsung ke rumah Tante Dinda, kan? Ingat loh jangan kemana-mana dulu." "Iya Maaaaaaa. Harus berapa kali sih Mama ingetin Kim soal itu. Kim ini belum tua, Ma." "Mama takut aja kamu lupa. Soalnya Tante Dinda

