"Jangan.... Jangan..." Seluruh tubuh Kim dipenuhi oleh keringat. Dia mengigau. Menggelengkan kepalanya. Wajahnya mengernyit ketakutan. "Tolong... Jangan..." Raga terbangun mendengar suara Kim itu. Dia langsung menghidupkan lampu dan membungkuk membangunkan Kim. "Sayang... Hey sayang... Bangun," bisik Raga. "Jangan... JANGAN!!!" Kim terduduk dengan nafas tersengal. Dia memeluk Raga dengan tubuh bergetar ketakutan. "Sshhhh nggak papa. Kamu cuma lagi mimpi..." Raga mencoba menenangkan Kim. "Ga.. aku... Aku mimpi serem banget. Aku... Mimpi Marco..." Kim seperti mau menangis saat mengatakannya. "Marco kenapa, hah?" "Dia... Dia mau bunuh kamu. Dia...." Raga langsung memeluk Kim dengan erat. "Cuma mimpi sayang... Cuma mimpi," dielusnya punggung Kim dengan penuh sayang. Dia melirik jam di

