Kim menarik Raga menjauh dari Dika. Dia membawa cowok itu ke tempat yang lebih sepi. Emosi Raga yang sudah sangat Kim hafal itu sangat memungkinkan untuk bisa mencelakakan Dika, sahabatnya sendiri. "Kamu kenapa sih?!" Bentak Kim begitu mereka berada di ujung bebatuan yang tertutup dari siapapun. "Kamu yang kenapa?! Kenapa harus Dika sih?!" Bentakan Raga terdengar jauh lebih keras. "Dika apa nya sih, Raga?" "Kim, aku udah berusaha berubah buat kamu. Aku tahan rasa cemburu aku setiap kali kamu deket dengan cowok lain. Apa kamu pikir itu gampang?" Ya Raga, aku bisa lihat usaha kamu itu. "Tapi saat kamu sama Dika, sahabat aku sendiri, aku nggak bisa Kim. Demi Tuhan kamu bisa sakitin aku dengan cara apapun tapi nggak untuk yang satu itu. Tolong..." Suara Raga mulai melemah. Kim merasa te

