Darry

657 Kata
Bab 18 Danish menutup fail yang berada di tangannya. "Apa yang membuat kamu kesini?"sambil menatap dingin kearahnya. "Tuan aku kesini hanya ingin ngasih amplop ini, sepertinya papa ingin Kita" Belum habis kalimatnya, Danish telah memotongnya, "Buang saja amplop itu, Kita tidak akan kemana-mana" jawabnya lirih. Alessa ingin meledek dengan sikap suami nya, kerana tidak menghargai pemberian sang ayah.yang ingin membuatnya membentak pria itu.tapi ia mengurung niatnya... Baginya jika berlaku keras akan membuat pria itu semangat menghukumnya. Alessa meletak amplop itu di atas meja kerja Danish yang Di perbuat dari kayu jati.tepat Di hadapannya. "Maaf tuan,jika tuan ingin membuangnya, silakan buang sendiri.aku tidak Di ajar oleh orang tuaku untuk membuang pemberian orang, lagi-lagi itu adalah pemberian orang Tua Ku." Jangan ajari Aku tentang adab... Kau Saja sudah mempunyai suami, malah memeluk pria lain, adakah itu adab yang kamu maksudkan?" Balas Danish dengan senyuman sinisnya. "Itu tidak seperti tuan fikiran Kan,Aku tidak tahu kenapa dia bisa masuk kedalam kamar itu, kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi" jelas Alessa. "Sudah la ,kamu ngak perlu jelasin lagi... lebih baik kamu keluar dari sini," Alessa yang hatinya seperti di remas kerana di usir oleh Danish.ia menahan air mata yang terbendung,"baiklah tuan aku keluar Dulu." Danish yang masih di posisi duduknya membuka kembali fail Di tangannya,lalu melirik kepunggung wanita itu sehingga pintu ruangan itu tertutup. Danish mengambil Telefonnya lalu menghubungi Kevin. Beberapa saat Kevin mengangkat panggilannya. "Hello.. sila cari Informasi karyawan yang bernama Remmy." Ucapnya dingin "Baik tuan" jawab Kevin di seberang sana. Alessa yang di luar pintu ruangan kerja Danish.. menyumpah, "Dasar orang galak, sok ganteng aja" gumamnya sambil mengejek dan mengikuti gaya bicara Danish. Ia mengambil keputusan untuk pergi ketaman,yang berada di samping rumah, tanpa sengaja ia melihat sosok yang tidak kalah Tampan, Darry! Darry yang baru pulang dari kantor tidak sengaja melihat Alessa yang berada di Taman,ia sengaja Untuk mendekati kakak iparnya..walaupun Darry tua tiga tahun dari Alessa,ia tetap kakak iparnya. "Alessa? kamu lagi ngapain di luar?lagi cari udara segar?" "eya . baru pulang dari kantor ya?" ujarnya kepada Darry. lalu mereka duduk bersampingan hanya menjarakkan tas kerja Darry. setelah basah basi.. Darry membuka jas hitamnya lalu meletakkannya di atas tas tadi.ia perlahan-lahan menggulung lengan baju di atas siku lalu berdiri dan mengajak Alessa mengelilingi kebun sayuran yang berdekatan dengan taman, kebun sayuran itu di buat oleh maleeq... ketika sma ia selalu berlibur ke rumah Farraz dan mengikuti temannya itu ke kebun sayuran mereka.ia suka bertani. dan sekarang maleeq memiliki ladang yang luas untuk sayur-sayuran dan juga mempunyai ramai karyawan untuk menjadi petani. kebun sayuran yang berdekatan dengan taman, tidak terlalu besar tapi memiliki bermacam-macam jenis sayuran yang bisa di panen... Darry dan Alessa tiba di kebun sayuran yang memperlihatkan jenis-jenis sayur.. Darry mengambil keranjang yang tersedia di kebun itu lalu memberi kepada Alessa, Darry mulai memetik cabek besar dan sayur-sayuran lain.menyuruti kebun itu yang di ikuti Alessa... keduanya seperti berbicara dan di ikuti tawa bersama.sepertinya mereka akrab.. di tengah agenda itu,ada sosok yang memerhatikan mereka di balik jendela.. Danish yang berpeluk tubuh dan memperlihatkan aura dinginnya.. ia melihat keduanya dari arah jendela ruangan kerjanya... melihat agenda itu hatinya seperti di remas. "Dasar wanita jal**g " gumamnya. Danish murka kepada Darry. tidak cukup mengambil Chiara.kini adiknya itu mendekati istrinya.. setelah Darry dan Alessa selesai dari kebun, mereka berdua pulang kerumah bersama keranjang yang di penuhi sayur-sayuran yang mereka petik tadi..saat Alessa memasuki rumah yang di ikuti Darry, langkah-langkahnya terhenti saat mendapati seorang wanita memeluk Danish.. matanya melebar, keranjang ditangannya terlepas, membuat semua sayur-sayuran yang mereka petik tadi bertaburan di atas lantai marmer.. entah kenapa hatinya seperti di tusuk belati, tubuhnya terkaku, padahal ia baru saja menikah sama pria itu.. "apakah aku sudah mulai mencintai tuan Danish?, kenapa aku cemburu?..ya wajar, kerana dia adalah suami aku." batinnya.. bunyi keras hantakan keranjang sayur yang jatuh di marmer, membuat Danish terpisah dari pelukan Chiara.. Alessa yang tersadar dari kakuanya langsung memungut sayur-sayuran yang terjatuh tadi. "maaf tuan saya tidak sengaja menjatuhkannya"gumamnya.. ********
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN