tidak di anggapi

699 Kata
Bab 17 Remmy yang tidak percaya jika Alessa sudah menikah,ia kembali mencari wanita selingkuhannya untuk melampiaskan nafsunya dan kemarahannya.ia menyumpah ia akan balas dendam kepada dua orang itu. tiba di apartment milik wanita selingkuhannya, wanita itu membukai pintu, Remmy melihat wanita yang berambut pirang itu yang berdiri di balik pintu yang terlihat seksi, ia terus merangkul pinggang wanita itu,dan melumatnya kasar, membuka satu persatu pakaian wanita itu dan terus menggagahi nya, suara desahan keduanya bergemang di dalam Apartment mereka.. disisi lain penuh keheningan, Di dalam mobil, Kevin yang Mengemudi mobil hanya menatap tuanya di cermin sisi mobil , yang kelihatan tegang, kedua majikanya.Alessa yang berpeluk tubuh melihat kearah rumput -rumput hijau Yang Di tinggal oleh kelajuan mobil mereka, Di arah samping tepat di belakang kemudi,Danish yang memakai kemeja hitam dan lengan panjang kemeja di gulung paras siku, hanya menatap kearah samping menembusi jendela mobil memperlihatkan wajah seriusnya. fikiranya melayang jauh ,ia masih marah kepada Alessa. saat tiga hari yang lalu,Danish pernah mengajukan soal tentang hubungannya bersama pria itu tapi sayangnya,Alessa hanya mendiamkan diri, dan tidak ingin mengulas tentangnya bersama Remmy kepada Danish.Hatinya sakit apabila mengingati perselingkuhan pria itu. baginya Remmy hanya la mantan, yang tidak perlu di persoalkan lagi. Danish yang merasa hatinya tidak tenang dengan hubungan Alessa bersama pria itu,langsung membawanya pulang ke kota untuk menghukumnya di sana. "Ayah Aku harus pulang ke kota bersama Alessa,ada kerjaan mendadak Yang harus Ku urus Di Sana."ucap Danish kepada Farraz. "Maaf kerana harus membawa putri kalian" "Ngak apa-apa nak Danish,Kami sudah tahu nak Danish banyak pekerjaan Di kantor".sahut Farraz kepada menantunya itu,mereka tahu Danish adalah orang penting diperusahaannya. Danish yang diam - diam telah menyediakan pembantu rumah Dan supir Serta sebuah mobil buat mertuanya.. ia pun telah memberitahu mereka.mereka terkejut dan sempat menolak, namun tetap menerimanya kerana Danish mengatakan itu adalah hadiahnya untuk mereka agar senang untuk berkunjung ke kota ... sebelum ini mereka menaiki bus jika pergi ke kota mengunjungi Alessa dan Annasya. "Terima kasih nak Danish,kapan -kapan kami akan mengunjungi kalian di Sana"ucap farraz. Danish yang terbangun dari lamunannya, melihat gerbang rumah megah milik keluarganya. tiba di depan rumah dua pengawal membukakan pintu mobil untuk mereka. setelah mereka masuk ke dalam rumah, Alessa melihat Maleeq dan Dalisa yang menyambutnya dengan hangat.ia merasa di sayangi oleh ibu dan ayah Danish. Dalisa yang memeluknya erat seperti putrinya sendiri, "Sayang gimana perjalanan kalian? Danish Engak bukan-bukan sama kamu kan?" tanya Dalisa kepada menantunya. "engak kok ma,kami baik-baik aja" "padahal Danish sudah tiga hari tidak menganggapinya dan mengajaknya bicara, ia tahu pria itu ingin jawaban darinya tentang hubungannya dengan Remmy".batin Alessa , Maleeq yang menghampiri Alessa,lalu memberi satu amplop,"ini hadiah dari papa buat kalian papa harap kalian nikmati saja ya liburanya, biar bisa cepat berikan papa cucu" ucapan yang penuh kasih sayang. Alessa mengambil Amplop yang berwarna putih, yang berisi Tiket pesawat untuk mereka berbulan madu, "terima kasih pa"lalu ia melihat kearah Danish yang hanya diam membisu dari tadi. "ini orang kayak tuli aja"batinnya Danish yang beranjak dari duduknya"aku keatas dulu ada kerja yang harus ku siapin" tanpa menoleh kearah istrinya, Dalisa hanya melihat pundak anaknya yang melewati anak tangga menuju ke lantai atas.mengetahui hal itu.ia memberi signal buat Alessa untuk mengikuti suaminya naik ke atas. Dalisa tau di antara mereka ada yang tidak beres. setelah tiba di kamar, ia tidak melihat kelibat Danish,ia hanya melihat koper - kopernya yang sudah di bawa oleh pembantu rumah ke dalam kamar mereka. Alessa yang menyapu dengan matanya seluruh ruangan di dalam kamar mewah yang bertemakan putih dan memiliki perabot jati itu, membuat pembantu rumah mereka sadar ia mencari sang tuan mereka. "nyonya lagi cari tuan?" Alessa yang terkejut dengan pertanyaan pembantu rumah itu.menjawab dengan terbata-bata. "e..eyaa" jawabnya sambil tersenyum. "tuan ada dia ruangan kerjanya nyonya.sila kan ikut saya" Alessa yang mengikuti pembantu tadi.membawanya tepat di depan pintu ruang kerja milik Danish. "tokk'ttok'tokk" ia mengetuk pintu itu.walupun telah menjadi suaminya,ia tetap saja merasa kikuk.kerana mereka baru saja menikah, dan masih terbiasa menganggap Danish adalah bossnya.setelah mengingati Danish masih marah kepadanya.tentang peristiwa ia berpelukan dengan Remmy. membuatnya sedikit gementar. suara dari dalam."masuk" Alessa yang membuka pelan tombol pintu itu dan mendorongnya.ia melihat sosok suaminya yang lagi bersandar di kursi di balik meja kerjannya, yang menatapnya dingin. ******
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN