di sungai

638 Kata
Bab 16 "Remmy Kamu sudah kelewatan kerna tidak menghormati keluarga saya. bisa-bisanya kamu masuk ke kamar anak saya." kata Farraz memarahi Remmy, "Saya tidak sengaja om, saya hanya mendengar Alessa kesakitan, saya masuk ke kamar hanya membantu Alessa," jelasnya kepada Farraz, Danish yang bersandar pada tiang beranda sambil berpeluk tubuh, hanya membisu mendengar kata - kata Remmy, ketika mengingat ia melihat Remmy memeluk istrinya, hatinya mengutuk, "Dasar bajing*n"gumamnya, Remmy menyambung katanya lagi. "lagian kami berpacaran.ngak salah kalau Saya memeluknya." Danish yang bersandar pada tiang beranda itu.menoleh kearahnya dengan tatapan Dingin.serta rahangnya mengeras.hatinya seperti dihiris ketika Remmy mengakui Alessa adalah pacarnya. kalau saja ia tidak memikirkan soal syarat ayahnya yang harus berbuat baik dan menghormati keluarga barunya,ia sudah lama membun*h dengan sadis pria itu, kerana ingin mengambil miliknya Sebenarnya ia tidak peduli kalau Remmy adalah pacar Alessa, kerana ia sudah menikahi gadis itu dan merenggut kegadisan gadis itu.tapi entah kenapa hatinya sakit bila mengetahui ada pria lain yang menginginkan istrinya."apakah aku sudah jatuh cinta pada gadis Desa ini?" batinnya. Farraz Terkejut dengan kata-kata Remmy,lalu menoleh ke arah Danish, "Kamu tidak bisa berpacaran sama Alessa, kerana Alessa sudah menikah."ucap Farraz kepada Remmy, lalu meneruskan kalimatnya, "dan suaminya adalah dia," Farraz menunjuk kearah Danish,. Remmy yang tidak bisa terima kenyataan, "tidak mungkin om,Kami sudah berpacaran selama 5 tahun, tidak mungkin Alessa menikah sama dia," Remmy melihat kearah Danish dengan tatapan tidak percaya. "sudahlah nak Remmy, terima saja yang kalian tiada jodoh.lebih baik kamu pulang dulu," ujar Farraz menyuruhnya pulang,. Danish yang masih membisu di tiang beranda,,beranjak menuju ke dalam rumah. Di Sisi lain. Alessa yang masih terkejut dengan situasi tadi,memilih pergi dari rumah itu, Alessa keluar dari kamar,sempat melirik kearah tiga pria yang berada di beranda sedang berbicara serius, Lalu Ia menuju kearah belakang rumah, di belakang rumah terdapat anak sungai yang tidak jauh dari rumah mereka.ia menuju kearah sungai , setelah ia tiba di sungai ia melihat sungai mengalir dan begitu jernih yang di kelilingi batu-batu kecil, Alessa perlahan melangkah menuju kedalam lalu merendam seluruh Tubuhnya. Sungai itu jernih dan tidak terlalu dalam, hanya berparaskan d**a orang dewasa. Alessa yang masih merendam tubuhnya yang masih panas oleh kata-kata yang di lontarkan Danish tadi,dan mengingat perselingkuhan Remmy membuat nya sakit Hati, yang membuatnya ingin berlama-lama di dasar sungai. Tanpa sadar,sebuah tangan, yang kokoh bertatto Naga itu menariknya ke permukaan sungai. Saat ia membuka mata,ia melihat wajah tampan Danish tepat berada di hadapannya.nafasnya yang memburu menyapu wajah Tampan Danish. "Tuan Danish?" Ucapnya. "Apa yang kamu lakukan?" Balas Danish, Tadi ketika ia masuk kekamar yang berniat ingin menghukum Alessa,tertuntas kerana tidak melihat kelibat wanita itu,lalu Ia keluar menemui ibu mertuanya Adelina, menanykan di mana istrinya berada.lantas Adelina memberi tahu Danish,jika Alessa marah atau cemas ia akan pergi kesungai untuk menenangkan dirinya. Danish bergegas menuju kearah sungai. lalu Ia melihat Alessa yang berada Di sungai itu. menyelam kedasar sungai,yang tidak timbul lagi.membuat dirinya refleks terjun mendapatkan Alessa. "Seharusnya saya yang tanyain tuan Danish,apa yang tuan lakukan di sini?dan kenapa tuan bisa berada di sini?" Jawab Alessa yang dingin. Kerana masih marah kepada Danish.yang menggatainya j*lang, Danish yang masih cemburu dengan pengakuan Remmy, ia sengaja menyakiti hati wanita itu, "Aku kesini ingin menghukum mu,aku tidak ingin kau mati terlalu cepat, kerana kau harus di hukum." Ucapnya kepada Alessa. Sebenarnya kejadian itu tidak begitu besar baginya.kerana alasannya menikahi wanita itu hanya untuk mendapatkan warisannya.ia tiada mencintai wanita itu. tapi Setelah malam pertama mereka.ia merasa wanita itu begitu berharga baginya,setiap detik kebersamaan mereka begitu menyenangkan jiwanya.ia ingin saja memeluk gadis itu dan membawanya pulang,tapi egonya mengatakan lain. Ia ingin menyeksa Alessa.ia ingin menyakiti hati wanita itu dengan menggatainya jalang. "aku ingin kau sendiri menjelaskan hubungamu bersama pria itu,bukan kabur seperti ini.selagi kau tidak menjelaskan hubunganmu bersama pria itu.selagi itu aku akan menyakiti hati mu"., batinnya. lalu Danish beranjak keluar dari sungai yang di ikuti oleh Alessa. ******
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN