wanita jalang

487 Kata
Bab 15 Danish yang penasaran dengan mobil tadi,ia mengambil Telefonnya untuk menghubungi Kevin,bagi memastikan siapa pemilik mobil tadi, Kevin adalah orang kanan Danish juga pengawal peribadinya, setelah mencari Telefon,ia baru ingat tadi sebelum ia keluar dari kamar, ia menyimpan di atas meja rias Alessa,lalu memakai bajunya yang sekarang ia pakai. "Astaga kok bisa lupa," gumamnya, Farraz yang menyadarinya telah mencari sesuatu,langsung menanykannya, "Kamu cari apa nak Danish?" Tanya Farraz kepada sang menantu. "Ini Telefon aku tinggal Di rumah."balasnya, "Kalau kayak gitu Kita pusing balik kerumah ambil Telefon nya nak Danish Dulu," Ucapnya lagi, "Baik ayah," jawabnya singkat, Ia mengambil keputusan untuk pulang kerumah mengambil Telefonnya. Tiba di halaman rumah milik keluarga Alessa,ia melihat mobil tadi di parking di halaman rumah . "Pah itu kan Mobil nak Remmy?"ujar Adelina ibu mertuanya, "Kayaknya eya mah, kenapa dia kesini!" Sebelum ini Remmy selalu berkunjung kerumah mereka, tapi mereka tidak tahu jika Remmy dan Alessa pernah menjalinkan hubungan yang serius,mereka cuma tahu Remmy dan Alessa hanya bersahabat sejak dari sma. Danish yang merasa aneh dengan omongan keduanya,bergegas turun dari mobil,ia menuju tangga,tepat di tangga Ia melihat sepasang sepatu pria yang berada di anak tangga, hatinya seperti di remas ia terus bergegas masuk kedalam rumah. Ia merasa hatinya panas,bila melihat sepatu pria yang asing baginya.ia tahu Alessa hanya sendirian dirumah, kerana Annasya sudah pulang kekota bersama teman-temannya ketika fajar kerana harus kuliah besok, Annasya hanya mendapatkan cuti yang singkat untuk menghadiri pernikahan kakaknya. Danish bergegas menuju kamar Alessa, setelah membuka pintu ia melihat seorang pria memeluk istrinya, Alessa yang terkejut dari tadi kerana kehadiran Remmy di dalam kamarnya, membuat dirinya membatu Di dalam pelukan Remmy. Remmy yang selalu berkunjung kerumah Alessa, sudah tahu di mana kamarnya, sebelum ia masuk,ia sudah memanggil siapa-siapa,tapi tiada Satu pun yang nyambung,,ia melihat pintu rumah Alessa terbuka ia masuk lalu mendengar suara Alessa merintih kesakitan, ia bergegas menuju kamar dan melihat Alessa yang sedang berdiri di depan cermin rias, ia dengan rasa bersalahnya yang telah curang terhadap Alessa, refleks membuat dirinya memeluk gadis itu,. Danish menatap keduanya dengan dingin. "Apa yang kalian lakukan?"Tanya nya dingin,rahangnya mengeras,hatinya seperti di tusuk belati melihat istrinya di peluk oleh pria lain, Dengan refleks ia menarik pria itu lalu meninjunya. Farraz yang berada di ruang tamu, bergegas masuk kedalam kamar untuk menghentikan kedua pria itu. "Cukup! Jangan berantam Di disini. Remmy apa yang sudah kamu lakukan?" Farraz menanykannya Remmy. "Om kenapa tanya saya? Seharusnya Om tanya dia," sambil menunjukkan jari kepada Danish, "kenapa dia memukuli saya? kenapa dia berada di sini?.dia siapa Om?" Danish yang menatap kearahnya dengan datar, ingin meninjunya kembali, tapi di tahan oleh Farraz. Ia tidak tahu jika Danish adalah bossnya, Danish baru berapa bulan mengambil ahli Perusahaan milik keluarganya. ia tahu hanya tuan maleeq pemilik Perusahaan itu, selama ini ia hanya berususan Sama Kevin, orang kanan Danish. Farraz membawa Remmy keluar dari kamar Itu. Danish melihat kearah Alessa datar dan tersenyum sinis. "Dasar wanita jal**g," ucapnya lirih. *******
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN