Remmy

537 Kata
Bab 14 🎶ting ting🎶 ,suara panggilan masuk dan juga pesanan. Danish yang masih menggagahi Alessa sempat melirik kearah teleponnya, terlihat nama Chiara di atas layar. Danish berhenti seketika, tapi tetap dengan posisinya yang masih di atas tubuh istrinya,ia hanya mematikan telepon lalu kembali melanjutkan percintaanya. Danish yang terbangun dari tidurnya, melihat tubuhnya yang masih tidak berpakaian, suasana kamar terlihat masih gelap.ia beranjak untuk membuka jendela, setelah membuka angin sepoi-sepoi meniup tirai jendela, membuat tirai berkibar lembut.ia melihat keluar jendela hari sudah siang langit masih gelap di diselimuti badai yang ingin melanda kembali. ia menikmati udara pagi di desa itu. "andai saja aku bisa tinggal lama di desa ini" gumamnya, Danish tahu ia tidak bisa tinggalkan lama di desa kerana ia harus kembali ke kota untuk mengurus bisnisnya ia merasa tenang di desa,tidak perti di kota yang penuh dengan keriuan orang-orang ramai. setelah puas menikmati udara segar di pagi hari, gerimis mulai turun kembali,ia menoleh kearah istrinya masih tertidur pulas yang terlihat polos tanpa memakai seutas benang.ia melihat ketubuh istrinya yang penuh merah - merah kerana olahnya sendiri ia juga melihat bercak darah yang sudah kering di celah paha Alessa. Danish tersenyum puas, kerana ia menjadi orang pertama yang merenggut kegadisan istrinya. Danish menarik selimut keatas tubuh Alessa dan mencium pelipis istrinya, Danish sengaja membiarkan gadis itu tidur, kerana ia tahu Gadis itu lelah melayani Nafsu liarnya semalaman. ia memakai baju t-shirt hitam yang polos dan seluar tidur bercorak kotak-kotak.lalu keluar dari kamar. Farraz dan Adelina yg berada di pondok samping rumah, melihat kearahnya lalu memanggilnya untuk bergabung sarapan pagi. disisi lain Remmy yang berada di dalam mobil, masih menghubungi Alessa, yang sejak hari itu tidak bisa di hubungi. ia terlalu mencintai Alessa ,ia hanya berselingkuh kerana Alessa tidak bisa di ajak se**, lagi pula wanita itu yang merayunya, "please syg angkat"gumamnya. ia tidak tahu kalau Alessa sudah menikah. "ibu ayah aku ingin Mambawa kalian kesuatu tempat,"ucap Danish kepada mentuanya, "baiklah,ibu ingin mengejutkan Alessa dulu,agar bisa ikut sama-sama" balas Adelina kepada menantunya. "ngak perlu ibu,biar dia istirahat saja, lagian dia terlihat lelah...."Danish menghentikan kalimatnya. ya tentu saja melayani Nafsu liarnya semalaman. Farraz yang faham akan itu.hanya tersenyum dengan tingkah laku menantunya. setelah itu mereka menaiki mobil Danish, Danish mengemudi mobil, perlahan keluar dari halaman rumah keluarga Barunya. setelah di jalan raya yang tidak jauh dari rumah Alessa,ia berlimpasan dengan mobil Remmy yang bertentangan arah.mobil itu menuju jalan yang ia lalui tadi,ia melihat mobil itu di cermin sisi mobilnya,mobil itu tidak asing baginya. kerana ia selalu melihat mobil itu di parkingan perusahaannya.ia tidak tau siapa pemilik mobil itu.ia cuma tahu orang itu berkerja di perusahaan miliknya. disisi lain Alessa yang sudah bangun, melihat tubuhnya di cermin,ia melihat begitu banyak merah-merah di tubuhnya.ya itu adalah olah Danish suaminya.di celah pahanya sakit,ia meringis kesakitan.. "ahhhhh.." ia memakai baju pajamanya, fikirannya melayang ke peristiwa semalam.dimana ia memberikan tubuhnya kepada pria yang baru saja menjadi suaminya.juga bossnya di kantor. tanpa sadar pintu kamar dibuka,ia mengingat itu adalah Danish, seorang pria berjalan menujunya.setelah dia menoleh.pria itu memeluknya tanpa basa-basi. "Remmy kenapa kamu ada di sini?" "maafkan aku sayang.aku khilaf, aku bersalah.aku tidak bisa terima kamu tinggalkan aku" ucapan Remmy dengan suara sayu, tanpa melepaskan pelukannya kepada Alessa. pria itu kelihatan begitu menyesali perbuatannya. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN