Misteri Kematian Pak Tarjo

1336 Kata

  Mbok Ndiyo berjalan ke halaman untuk memastikan dari mana asalnya suara riuh orang yang menangis tadi, kemudian dia memperhatikan suatu tempat dengan seksama. “Iya, Sur. Rumah Tarjo  yang rame,” ucapnya sambil menunjukkan rumah Pak Tarjo kepadaku. Aku pun pergi ke halaman untuk mengikuti petunjuk arah telunjuk tangannya. Terlihat rumah Pak Tarjo pintunya di buka. Dan di dalamnya tampak beberapa orang seperti sedang serius memperhatikan sesuatu sambil sesekali mengusap air mata. “Apa yang terjadi ya, Mbok?” tanyaku kepada Mbok Ndiyo. “Ayo lihat ke sana, Sur!” “Ayo, Mbok,” ucapku sambil ke dalam untuk mengambil selendang biar bisa mengikis dinginnya malam. Mbok Ndiyo menungguku di depan pintu. Mungkin dalam benaknya berpikiran sama seperti apa yang aku pikirkan. Musibah apa yang sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN