Amplop Misterius

1500 Kata

 “Sur ... ini antingmu ketinggalan, ini saya bawa,” ucap Pak Tarjo membuatku kaget. Pak Tarjo masuk ke dalam rumah dan meletakkan antingku ke samping pintu. Rumah Pak Tarjo memang dekat hanya selisih tiga rumah saja dari rumahku. “Iya, Pak. Terima kasih,” ucapku. Kedatangan Pak Tarjo membuat arwah Rumi seketika menghilang. Aku pun menghembuskan napas kasar. Belum sempat aku berbicara dengan anak itu ada saja orang yang mengganggu. “Kamu kenapa, Sur? Seperti tidak suka aku membawa antingmu. Sayang bila dibiarkan di kebun nanti bisa diambil orang.” “Nggak kok Pak. Ini lagi bingung memikirkan amplop ini,” ucapku sambil memperhatikan amplop coklat yang aku pegang. Sebenarnya aku tadinya memang tidak suka saat Pak Tarjo datang. Gara-gara dia arwah Rumi menghilang. Tapi setelah dipikir-pikir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN