“Hahaha ....” Ternyata anak-anak bermain ketapel yang tidak sengaja mengenai kepala Ijah. “Dasar anak kurang ajar!” umpat Ijah sambil melempari anak-anak itu menggunakan tanah. Anak-anak tersebut bukannya takut malah tertawa seakan mengejek Imah karena lemparannya tidak tepat sasaran. “Ada Bu Tarni ...,” bisikku pada Imah agar dia segera menyudahi melempari anak-anak tersebut. “Mana Bu Tarni?” tanyanya. “Itu aku kira Bu Tarni,” ucapku sambil menunjukkan ibu-ibu yang lewat. “Dasar rabun!” rutuk Ijah. Padahal sebenarnya aku memang tahu kalau yang lewat bukanlah Bu Tarni. Sangat tidak elok sekali bila orang seusia Ijah meladeni bertengkar dengan anak-anak. Aku saja malu melihatnya, tapi dia sama sekali tidak merasa bagaimana-bagaimana. “Maaf!” ucapku untuk mengakhiri pertikaian. Bu

