%%% Nasya meremas tangannya gugup. Apa yang sebenarnya ingin Almira bicarakan dengannya? "Mbak Nasya nggak penasaran, kenapa saya sering bawa bekal yang akhirnya nggak bisa saya makan?" tanya Almira. Nasya menggeleng kaku. Ia kira, selama ini Almira selalu membawa bekal lebih karena memang di kulkasnya terlalu penuh bahan makanan. "Selama ini, saya selalu berusaha bangun pagi untuk masak, walau ada beberapa pelayan di rumah. Masakan itu saya letakkan di lunch box, niatnya untuk calon suami saya, Mbak. Tapi dia selalu menolak," terang Almira. 'Calon suami? Bara ya maksud Almira? Duh.. jadi selama ini yang aku makan itu jatah makan siang Bara? Sempit banget dunia ini,' batin Nasya. "Loh, kok nolak kenapa, Mbak? Masakan Mbak Rara enak tuh," ceplos Nasya refleks. Almira tertawa mendenga

