%%% "Selamat ya, Sya," "Selamat," "Selamat, Nasya," Satu per satu pegawai memberi selamat pada Nasya, dan empat pegawai lain yang desainnya akan didanai oleh pihak butik. Yup, desain Nasya berhasil merebut hati Almira dan Bu Ira. "Makasih, Mbak," "Iya, makasih semuanya," jawab Nasya pada para rekan kerjanya itu. Setelah itu, Nasya kembali ke mejanya. Ia tak menyangka bisa lolos tahap satu. Padahal kemampuan menggambarnya dulu benar-benar nol. Ini semua berkat Melani. Ia harus mentraktir Melani saat jam makan siang nanti. "Selamat ya, Sya," Nasya mendongak, kemudian tersenyum ke arah wanita yang kini ada di hadapannya. "Padahal desain Mbak Yun juga bagus. Sayang banget ya, Mbak," ujar Nasya sedikit prihatin, karena desain Yuni tak lolos. "Nggak apa-apa. Lagian aku memang lebih su

