Extra Part 2 (NASYA POV)

1547 Kata

NASYA POV Kakiku tidak bisa berhenti bergerak. Aku sangat gugup. Jantungku berdebar hebat seperti tidak bisa aku kendalikan. Mulutku juga masih terus komat-kamit melafalkan kata-kata penyemangat. Meski sesekali aku ditegur oleh MUA yang sedang mendandaniku. "Mbak, anteng sebentar, nggih? Ini juga masih keringetan aja, padahal AC nya nyala," ujar MUA yang mendandaniku. Seorang wanita jawa bernama Bu Arum. Kata Tante Tari, Bu Arum ini sangat pro dibidang make up sampai sering dimintai tolong untuk mendandani artis. Duh... sekarang aku bisa sekelas sama artis. Kalau dipikir-pikir, kepalaku jadi tambah pening. "Mbak, sampun nggih? Anteng dulu! Bibirnya ampun digigit-gigit, lipsticknya rusak lagi nanti," tegurnya lagi. Aku mengangguk kaku. Lagian kenapa sih, aku jadi segrogi ini? Padahal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN