%%% Sinar mentari seolah tak ingin membiarkan Nasya terlarut dalam kehangatan yang ia rasakan. Nasya mencoba merenggangkan tubuhnya. Tapi pergerakannya seakan terbatas. Perlahan, Nasya pun membuka matanya. Dan ia terkejut bukan main menyadari posisinya kini. Kepalanya berada di atas d**a Bara. Dan tangan lelaki itu seperti sedang mengurungnya. Pantas saja hangat dan sulit untuk bergerak. Akal sehat Nasya mendorong gadis itu untuk segera bangkit dari posisinya. Tapi posisi ini..... Nasya benar-benar nyaman berada dalam pelukan Bara. Apa ia rela akan kehilangan rasa nyaman itu secepat ini? Nasya menggeleng kecil. Tangan kiri Nasya terangkat dan mulai memainkan d**a Bara yang tersaji di depannya. Jemarinya tanpa sadar menari-nari di sana. Bibirnya mengukir senyum. Ia sangat menyukai be

