Empat Puluh Lima

1314 Kata

%%% Keributan antara Nasya dan Bara kembali terjadi saat mereka berada di mobil. Entah mengapa Bara sangat keras kepala, ingin mengantar Nasya sampai halaman butik. Sementara Nasya menolak keras, karena malu jadi bahan gunjingan karena diantar oleh mobil mewah. "Ck, malu ih.. di mini market depan aja, kayak biasa!" pinta Nasya sambil berusaha membuka pintu di sampingnya. Percuma. Bara sudah menguncinya sesaat sejak Nasya masuk tadi. Sepertinya laki-laki itu tahu kalau Nasya akan menolak niat baiknya yang memang kelewat baik itu. "Kenapa sih? Diantar pacar kok malu? Kan biar nggak dikira jones, Sya," ujar Bara enteng. Nasya mendengus kesal, "yang ada dikira aku mainan kakek-kakek konglomerat kalau mereka lihat mobil kamu ini," kesalnya. Pasalnya, kali ini Bara tidak sedang menggunakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN