Tujuh Puluh Dua

1388 Kata

%%% Seperti yang Nasya perkirakan sebelumnya. Setelah mengantar kepergian Bara, keadaan terasa mencekam. Tari mengajak Nasya kembali masuk ke ruang tamu. "Duduk!" titah wanita paruh baya itu. Dan tanpa perlawanan apapun, Nasya langsung melakukan apa yang Tari perintahkan. "Tugas saya selanjutnya-" Nasya hendak bertanya, untuk menghindari teguran Tari atas kejadian beberapa waktu yang lalu. Lagian kenapa sih Bara pakai main nyosor sembarangan segala? Endingnya juga dia pergi, meninggalkan Nasya berdua hanya dengan Tari. "Hhh.. saya hampir lupa, kalau kamu dan Bara bahkan pernah tinggal satu rumah," ujar Tari. Nasya menunduk. Ia mulai bisa membaca, akan dibawa kemana pembicaraan mereka kali ini. "Nasya," panggil Tari. "I.. iya, Tante?" "Saya minta, sebelum kalian benar-benar sah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN