%LAST PART% %%% Kebingungan Nasya berlanjut hingga malam. Sore tadi, Tari kembali mengajaknya ke salon, setelah sebelumnya mereka pulang untuk mandi dan beristirahat sejenak. Dan kini, Nasya duduk berhadapan dengan Tari. Hanya berdua. Dan saat ini mereka berada di sebuah restoran mewah, tepatnya sebuah privat room. "Itu dia anaknya datang," Nasya menoleh ke belakang, dan mendapati Bara baru saja masuk ke privat room yang Tari booking. Kekasihnya itu tampak tersenyum manis dan langsung menyalami ibu tirinya. "Duduk, Bara!" suruh Tari sembari menunjuk kursi kosong di samping Nasya. "Dia cantik. Mama yang dandanin?" tanya Bara. Dan yang ia puji barusan adalah Nasya tentunya. "Nggak dong. Mama bawa dia ke salon. Dia bilang kurang bisa berdandan untuk acara resmi. Jadi Mama minta bantua

