(Masih flashback ke waktu pas Nasya dan Bara belum ketemu lagi) %%% H-1 pernikahan Bara dan Almira. Seperti biasa, Bara berjalan malas memasuki gedung apartemennya. Memang sejak kepergian Nasya ia memutuskan kembali tinggal di apartemennya. Memang mau dimana lagi? Di rumahnya dan berbadapan dengan ibu tirinya yang menyebalkan itu? Atau tetap tinggal di rumah yang pernah ia tempati bersama Nasya yang akhirnya hanya akan membuatnya semakin terpuruk? Langkah Bara terhenti. Ia menatap malas seorang gadis yang mondar-mandir di depan pintu apartemennya. Seingatnya, hari sudah gelap ketika ia di jalan tadi. Dan untuk apa gadis itu datang malam-malam? Bara memutar tubuhnya. Ia terlalu malas berhadapan dengan gadis yang mulai besok akan berstatus sebagai istrinya itu. Yup. Dia adalah Almira.

