Enam Puluh Enam

1170 Kata

%%% Pada akhirnya, Nasya lah yang kalah. Dengan berderai air mata, akhirnya ia mengungkapkan segalanya pada Bara. Dan laki-laki yang memang sudah tahu semuanya itu, tidak terkejut lagi. Ia menuntun Nasya dengan sedikit paksa agar mau masuk ke mobilnya. Bara mengulurkan sebotol air mineral pada gadisnya itu. Nasya pun menerimanya. Namun, karena ia masih sangat lemah, Nasya pun kesusahan membuka botol air mineral yang masih baru itu. Bara merebutnya, kemudian membukakannya sebelum akhirnya mengembalikan pada Nasya. "Ma.. ma.. makasih," ujar Nasya. "Minum dulu biar lebih tenang!" suruh Bara sembari menatap hangat ke arah Nasya. Setelah Nasya tampak sedikit lebih tenang, kini giliran Bara yang merasa butuh bicara. Ia ingin meluruskan semua yang masih mengganjal antara dirinya dengan Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN