%%% 'Brakkk' Aku merintih lirih saat Bara membanting tubuhku ke mobil sportnya. Tapi, tetap saja aku masih tidak berani banyak bersuara. Aku memilih diam, dan mengalihkan pandanganku ke arah lain. Gila saja kalau sampai aku luluh lagi setelah melihat tatapan matanya. Apalagi statusnya sekarang sudah menjadi suami orang. "Tidak ada yang mau kamu katakan?" tanya Bara. Aku menyerit. Tunggu dulu! Bukankah dia yang mengajakku bicara? Kenapa malah tanya seperti itu padaku? "Saya kira Anda mau ngomong sama saya tadi. Ya udah kalau tidak ada, saya kembali kerja lagi ya, Pak," pamitku. Aku menunduk dan melangkah menelwatinya. Sssrrtttt... 'Braaakks' "Ssshh..." "Anda ada masalah hidup apa, sih? Suka banget banting-banting punggung orang ke mobil Anda. Anda kira nggak sakit apa? Keras loh

