Empat Puluh Dua

1545 Kata

%%% Setelah cukup lama dengan keheningan, akhirnya Nasya mulai membuka kembali mulutnya, "Kamu sadar nggak sih, Bar, kalau apa yang kita lakukan ini salah? Bahagianya kita sekarang, itu nyakitin loh buat orang lain," ujar Nasya memulai pembicaraan. Kini keduanya tengah berada di ruang makan kediaman mereka. Setelah makan malam di restoran tadi, Nasya meminta pulang. Ia bilang ia ingin bicara banyak hal dengan Bara di rumah. "Soal apa? Almira?" tanya Bara. Nasya langsung mengangguk. Wajahnya murung. "Aku tahu ini salah. Tapi kita mau gimana lagi? Nggak ada pilihan lain, Sya," Bara. "Ada. Kita bisa pisah. Memang apa yang kamu kejar dengan mempertahankan aku seperti ini? Akhir yang bahagia buat kita? Mustahil, Bar. Yang ada kita cuma bakal nyakitin tunangan kamu," terang Nasya. Bara me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN