Empat Puluh Satu

1167 Kata

%%% Nasya bukanlah gadis yang kuat imannya. Jika sudah dihadapkan dengan makanan, ia dengan mudah akan luluh. Dan Bara adalah orang yang paling paham dengan hal itu. Jadi, setelah candaannya yang dianggap terlalu serius oleh Nasya sewaktu di mobil tadi berhasil memancing kekesalan gadis itu, akhirnya Bara membawa Nasya ke sebuah restoran mewah. "Padahal aku lebih suka cuankie, siomay atau mie ayam pangsit. Tapi nggak apa-apa deh, sekali-kali makan makanan mahal mumpung nggak mikirin bayarnya," oceh Nasya sambil meniti isi restoran tempat ia dan Bara berada. Beberapa saat lalu mereka sudah memesan makanan. Dan kini keduanya hanya tinggal menunggu saja sampai pesanan itu datang. "Kok sekali-kali? Tiap hari juga boleh. Asal pilih-pilih menunya. Jangan yang isi micin doang. Dan yang ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN