Enam Puluh Dua

1439 Kata

%%% Pukul enam sore. Dan kini, Bara baru saja sampai di pekarangan rumahnya. Ia segera masuk. Yang menjadi tujuan utamanya adalah dapur. Karena ia sudah sangat haus sejak tadi. Memang, cuaca beberapa hari terakhir sangat panas. Bekal air mineral yang dibawa Bara pun lebih cepat habis. Setelah meneguk segelas air, Bara baru sadar. Suara Nasya yang biasanya selalu memenuhi gendang telinganya tak terdengar sejak tadi. Bahkan tadi Bara sempat menunggu hingga butik tutup, tapi Nasya tak juga terlihat. Ia kira Nasya sudah pulang duluan. Tapi nyatanya.... ia baru sadar kalau keadaan rumah sangat sepi. Bara bergegas ke kamar Nasya. "Sya, kamu di dalam? Tumben aku pulang nggak langsung nyamperin," ucap Bara sambil mengetuk pintu kayu itu. Untuk beberapa saat, Bara masih sabar menunggu. Tapi,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN