Enam Puluh Satu

1426 Kata

Biasanya sofa ruang tamu menjadi salah satu tempat favorit Nasya untuk melepas penat selepas bekerja. Tapi, siang ini berbeda. Ia bahkan sama sekali tak bisa tenang ketika nyatannya ia tak sendirian di sini. Ia ditemani seorang wanita paruh baya, yang tak lain adalah Tari, ibu tiri Bara. "Hmm.. maaf, Tante. Tante ada perlu apa ya datang ke rumah saya?" tanya Nasya gugup. Bahkan ia sampai meremas kedua tangannya sendiri. "Rumah kamu? Bukannya ini rumah Bara? Saya cek aset Bara, dan cukup terkejut saat melihat dia membeli rumah baru di sini," ralat Tari. Ah... benar juga. Meskipun Nasya sudah lebih dulu tinggal di sini, tapi pemilik sah rumah ini kan tetap Bara. Dia yang sudah membelinya dari Temmy. "Hmm, iya. Maksud saya itu," balas Nasya gugup. "Anda mau bertemu Bara? Dia belum pulan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN