Enam Puluh

1309 Kata

Suasana ruangan seketika menjadi hening. Semua mata tertuju pada Nasya. Dan Nasya sendiri memilih bungkam. Apa yang harus ia katakan? Apakah ia harus mengakui semuanya? Lalu bagaimana dengan masa depan karirnya? Terlebih, perasaan Almira yang selama ini sudah bersikap sangat baik terhadapnya? "Atas dasar apa kamu bicara seperti itu, Melani?" bentak Bu Ira. Perasaan bersalah Nasya semakin besar. Sangat tampak jika Almira dan Bu Ira berusaha menampik fakta itu. Begitu besarnya kepercayaan mereka terhadap Nasya. "Saya bicara fakta, Bu. Saya sering kok melihat Pak Bara menjemput Nasya. Lalu mereka juga pernah makan siang bareng di restoran. Keduanya sangat akrab," terang Melani panjang lebar. Nasya masih bungkam. Ia tak memiliki pembelaan apapun. Berbohong? Yang ada malah akan semakin men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN