%Cinta itu bukan soal pilihan. Namun cinta adalah sebuah mimpi, untuk dapat bersama orang yang kita cintai% %%% Nasya merasakan pusing yang mendera kepalanya. Tenggorokannya kering, ia merasa haus bukan main. Tapi, jangankan untuk bangkit dan mengambil air, bahkan ingin membuka mata saja rasanya sangat sulit. Perlahan, sepasang mata itu mulai terbuka. Sangat pelan, untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Ia sedikit menghela napas lega saat mengetahui bahwa ia sedang berada di kamarnya. Ia kira, setelah kejadian semalam ia akan luntang-luntung di jalanan. Tapi.. Tapi tunggu!! 'Di kamar?' Nasya berusaha keras menoleh ke samping. Ke arah seseorang yang ada di sebelahnya. Karena ia bisa merasakan embusan napas yang teratur di sekitar lehernya, yang artinya ia tidak sedang sendirian. "Ba

