Mengerjapkan mata berkali kali namun sosok didepanku masih tersenyum didepanku, bukannya tidak percaya namun ingin memastikan ini benar benar dia. He's Yoga? Di depanku? Sekarang? Rasanya pertanyaan konyol dipikiranku yang masih enggan percaya jika sekarang kami berdiri berhadapan dengan Yoga yang semakin tersenyum geli melihatku. "Hai Na?" sapanya kepadaku. Beberapa detik kemudian aku masih terpaku pada posisi dengan memegang handle pintu. "segitunya kamu melihat aku?" Sapaannya kemudian dilanjutkan pernyataan berikutnya seakan membawaku kealam sadar bahwa ini memang benar benar nyata. Dia, Yoga berada dihadapanku dengan senyum yang teramat kurindukan. Rasanya ingin bersorak dengan menghambur kepelukannya, namun urung karena aku masih tau diri dengan norma kesopanan yang kujunjung

