Part 52

2213 Kata

Keesokan harinya, Renjana dan Harris tiba di Polda Metro Jaya pada pukul sembilan pagi. Entah bagaimana bisa, begitu keluar dari mobil, para reporter televisi maupun wartawan media cetak dan online mengerubuti mereka layaknya lalat di sekitar makanan basi. Entah berapa banyak kamera mengarah pada keduanya. Suara klik dan kilatan blitz kamera terus-menerus tak terputus hingga mereka memasuki gedung Ditreskrimum. Terdengar pula berbagai pertanyaan bersahut-sahutan yang membuat Renjana semakin tidak nyaman. Ia bersandar di d**a Harris dan menyembunyikan wajahnya. Di antara rengkuhan lengan kokoh lelaki itu, Renjana merasa aman. Mereka pun berjalan maju dengan susah payah karena orang-orang itu terus saja merangsek seakan mereka tengah memperebutkan hadiah. Renjana dan Harris akhirnya bisa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN