"Dimana kau, Bodoh?!" Pekik Andy. "Maaf, Tuan. Saya tidak bisa mengatakannya sebelum Anda berjanji untuk membantu saya." Jawab orang di seberang telepon. "Membantumu katamu? Apa hubungannya aku denganmu? Sudah berapa kali kukatakan untuk melenyapkan wanita itu tapi kau malah diam-diam menyimpannya dan terus 'bermain-main'. Sekarang kau memohon bantuanku?" Andy melirikkan matanya pada seorang pria muda yang berdiri tegap di sampingnya. Ia lalu naik ke golf cart diikuti pria muda tersebut sambil terus menempelkan ponselnya di telinga. Golf cart tersebut melaju perlahan melintasi padang golf kembali ke tempat peristirahatan. Pria di seberang telepon terdiam sesaat, secara tidak langsung mengakui keteledorannya. Bagaimanapun, wanita itu terlalu berharga baginya. Ia sangat suka 'bermain

