Renjana berusaha membuka mata tapi rasanya begitu berat. Hanya sekilas setelah matanya terbuka, ia lalu memejamkannya kembali. Kepalanya berdenyut nyeri dan perutnya terasa mual. Ia merasa tidak enak badan. Satu per satu, kilasan-kilasan peristiwa apa yang terjadi pada dirinya seolah diputar ulang di depan matanya. Ia bertemu dengan ibu dan saudara tirinya lalu hilang kesadaran. Kemudian ketika ia terbangun, seorang laki-laki tambun yang tak ia kenal mencoba melecehkannya. Mengingat hal itu, ia menggertakkan gigi. "Renjana.. Renjana.." Mendengar suara yang begitu dikenalnya, Renjana mencoba membuka matanya kembali. Hal pertama yang ia lihat adalah silau lampu di langit-langit. Lampu itu nampak agak buram dan bergerak-gerak. Renjana mengerjap-erjapkan matanya hingga kemudian pandangan

