"Sejak awal aku yakin kau akan mewarisi kharisma dan kepiawaian Malik dalam berbisnis. Malik pasti bangga padamu, Nak." "Itu semua juga berkat bantuan dan bimbingan, Anda, Tuan Handoyo. Saya banyak belajar dari Anda." "Sudah sekian lama kita saling mengenal. Apa sesulit itu untuk bisa memanggilku dengan sebutan kakek?" "Maaf, saya tidak bermaksud untuk mengecewakan Anda. Hanya saja..." "Aku mengerti. Aku tahu itu tidak mudah untukmu. Malik memang spesial. Memanggil orang lain dengan sebutan yang sama seperti kau memanggilnya, dengan kepribadianmu, pasti seakan kau mencoba untuk menggantikannya. Tapi kau juga tahu, aku tidak pernah bermaksud untuk itu. Malik tetaplah Malik, yang akan selalu memiliki tempat di hatimu, juga nenekmu tentunya. Aku, pria tua kesepian ini, hanya ingin sedikit

