Part 15

1496 Kata

Hasan membatu sesaat setelah beberapa langkah dari pintu ruang besuk. Ia pikir ibunyalah yang datang seperti biasa. Siapa sangka ia akan melihat Renjana hari ini, duduk tegak dan menumpukan tangan di atas meja.  "Kenapa kau di sini? Bukankah seharusnya sekarang kau bekerja di Chandra Khan Group?" Hasan bertanya begitu pantatnya menyentuh kursi.  "Aku baru saja pulang dari Surabaya untuk meninjau pabrik dan melihat proses produksi. Aku pikir ini kesempatan yang baik untuk menjengukmu. Lagi pula pekerjaanku sudah selesai dan aku bebas hingga besok pagi. Bagaimana keadaanmu?" Renjana meraih tangan Hasan yang diborgol dan menggenggamnya erat membuat Hasan merasakan kehangatan yang menjalar ke dalam hatinya.  "Aku baik. Jangan khawatirkan aku. Kau jalani saja hidupmu dengan baik." "Bagaiman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN