Merajuk

1274 Kata

Kintamani POV. “Mas, Ustaz Ghani nggak mungkin tertarik sama aku”. Kujawab pertanyaan Mas Vian. Pertanyaan yang menurutku aneh. Ya, bagaimana tidak? Tidak mungkin kan seorang Ustaz Ghani menyukaiku. Lagi pula aku kan juga sudah memiliki Mas Vian sebagai suamiku. “Jadi kalau umpama dia melamarmu sebelum aku kamu akan menerimanya?” Lagi, sepertinya ia tidak puas dengan jawabanku. “Ih, apaan sih mas. Kok kamu aneh banget nanyanya?” Aku sendiri bingung, ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu? Apakah cemburu? Ah, aku tak tahu. Walaupun dirinya sudah memanggilku dengan sebutan sayang, tapi diakan belum mengucapkan mantra cinta untukku. Oh, apakah aku yang terlalu berharap? Tapi mengharapkan cinta Mas Vian kan memang hakku sebagai istrinya. “Kamu kenapa sih, tinggal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN