"Apa?! Putus?" "Iya, kita putus saja." Ariel berusaha mengeraskan hatinya dan menahan air matanya agar tidak menerobos keluar. Saat ini saja ia hanya bisa menunduk. Ia takut menatap mata Hazel yang akan membuatnya rapuh dan goyah. "Memangnya kenapa? Kamu marah sama aku gara-gara masalah double date tadi? 'Kan aku sudah bilang alasannya apa," tanya Hazel tidak berpikir jauh. "Bukan karena itu. Aku hanya ... aku hanya ingin kita putus saja." Sesak sekali. Rasanya Ariel ingin sekali memukul-mukul dadanya agar rasa itu sedikit berkurang. "Tatap mataku, Ariel! Jika kamu ingin putus denganku, maka tataplah mataku," pinta Hazel. Namun, tak dihiraukan sama sekali oleh Ariel. Wanita itu tetap tak bergeming masih menundukkan kepalanya. "Tatap mataku, Ariel!" ulang Hazel. Ia menyentuh dagu A

