"Ze! kamu kenapa lari?" Shu-Shu kaget ketika melihat Ze tiba-tiba lari dari ruang dokter. Dia yang menunggu tentu saja langsung ikut keluar dan mengejarnya dan hampir ketinggalan karena Ze berlari dengan kencang, baru setelah lumayan jauh, Ze berhenti dengan napas terengah-engah dan tangan memegang perut seperti kesakitan. "Ze ... kamu ga papa? Sakit ya, aduh ... gimana ini ... ayo kembali ke dokter tadi?" Shu-Shu yang juga lelah karena mengejar Ze akhirnya ikut berhenti dan langsung panik saat melihat temannya memegangi perutnya dengan wajah pucat. "Aku enggak mau kembali, aku enggak mau, aku enggak mau bunuh anak ini ...." Ze sangat ketakutan hingga menangis histeris. Apa yang dikatakan Mahesa membuat gambaran yang mengerikan di benaknya. "Oke, oke! Enggak usah teriak-teriak kalau ka

