"Pokoknya Abi nggak mau kamu berteman lagi dengan Fakhrul! Carilah teman yang lain Neng, jangan Fakhrul!" tegas Kiayi Haji Amir. "Bi, Akh Fakhrul tidak salah. Sarah saja yang memang pada dasarnya sakit jiwa. Jangan salahkan Akh Fakhrul Bi, aku mohon," pinta Safira yang sudah berurai airmata. "Sekali Abi bilang tidak ya tidak! Jauhi Fakhrul atau kamu akan Abi kirim ke Malangbong untuk tinggal sama Bibi kamu di sana!" Kiayi Haji Amir meninggalkan Safira di kamarnya. Wanita itu menangis tersedu-sedu saat tahu kalau Ayahnya telah meminta Fakhrul menjauhi dirinya dan tidak lagi berteman dengannya. Ia tahu bahwa Akhwat dan Ikhwan memang tidak bisa terlalu saling dekat, tapi Fakhrul dan Safira selalu menjaga jarak. Mereka hanya berteman dan saling mendukung satu sama lain. Permasalahan dengan

