Safira masih membongkar kopernya dan menyusun baju ke dalam lemari. Ia membiarkan ponselnya tetap menyala dalam keadaan loudspeaker yang aktif. "Apakah Ukhti Fira yakin tidak mau tinggal dengan Bibinya Ukhti Fira saja?" tanya Gia. "Insya Allah saya yakin Ukhti Gia. Saya tidak mau membuat repot siapapun saat ini, dan saya juga sedang tidak ingin menerima nasehat dari siapapun. Saya hanya ingin tenang, saya ingin menjauh dari semua hal yang membuat hati ini sakit," jawab Safira, mantap. Gia benar-benar sudah berusaha membujuk Safira, namun wanita itu sangat kuat dengan pendirian dan keputusannya untuk menyendiri. "Tolong janji sama saya, kalau Ukhti butuh apa-apa atau kalau Ukhti sedang dalam keadaan mendesak, Ukhti Fira akan segera menghubungi saya," pinta Gia. "Tentu saja Ukhti Gia, I

